Rabu, 08 Agustus 2012

saat hati lapar oleh tawa


“ terkadang kita rindu pelukan,kawan “

di trotoar kantin, dekat kelas,
kau pernah tendang suntuk jauh-jauh.
padaku,
kau masih bercengkerama dengan riwayat.

logis memang,
saat kau coba damparkanku
pada tiang bendera koyak
-   warnanya terbagi tujuh -

aku sekedar ingin ingat masa lalu,
saat tawa dan tangismu
merangkak di pundak,
atau kangen yang menjilat bekas kakiku.

dan kemana lagi kutitipkan asa
saat hati lapar oleh tawa ?



saat hati lapar oleh tawa
makassar, 01 januari 2007

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar