andai mungkin untuk ungkap rindu yang menjamur dihati
pasti akan ku kirimi kau pelangi-pelangi
kau salib aku di tiang kokoh hati,
terpaku kaku dalam bujur derajat bosan,
aku kaku dalam kesetiaan batinmu yang kali ini.
bibirmu mesra mengucap mantra sepi,
tanpa ampun menggantung sunyi
dalam bising kota mati.
Kepada kamu.
makassar, maret 2005
Tidak ada komentar:
Posting Komentar