Rabu, 08 Agustus 2012

keegoisan itu.


Inilah keegoisan yang kujanjikan itu.
nyata terukir dalam coretan bernada congkak,
saat rintih dan laramu mulai menyanyikan lagu sendu,
diiringi nyanyian latar orang-orang yang menertawakanmu.

Aku berhasil, setidaknya menurutku.
Aku sanggup buatmu menangis
Aku sanggup buatmu meneriakkan namaku dengan hatimu, saat aku dengan gagahnya melepas pelukmu
Aku juga lihai buatmu tertawa, menertawakan kebodohan hatimu dan kedangkalan nalarmu, untuk tetap mencintaiku

Sekali lagi inilah keegoisan yang kusumpahkan itu.
Atas itu pula,
Aku sampai tak menangis saat sebagian jiwamu terbang, lalu menghilang wujudnya
- kau pernah mengatakan sebagian jiwamu adalah aku, ingatkah ?? -
Pun aku tak sedih sama sekali saat kau rintihkan semua rindu, kasih dan cintamu, curahkan sayangmu saat kau memeluk ...
Pusaraku.

- maaf, selama nafasku, aku terlalu lupa bahwa aku mencintaimu


Keegoisan Itu
Makassar, 2010

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar